Friday, December 2

!@#$%^*-

Pernah ga lo ngulang suatu kata, sampe lo kehilangan artinya? Lo ulang kata "cita-cita" berkali-kali sampe bahkan ga ada artinya lagi. Gimana sekarang kalo lo mikir sesuatu yg lebih kompleks daripada cuma kata-katanya, sampe akhirnya sesuatu itu asing buat lo? Gue hampir gila. Gue belom tau sih batas ambang kewarasan itu sampe mana, ya anggep aja gue pernah gila gitu ya. Iya, otak gue kusutsutsut. Bukan cuma otak, hati sama badan juga pegelnya minta ampun. Bukan maksud curhat nih ya...................tapi................ya curhat sih ini, dikit.

Gue gak punya cita-cita. Gak ding. Gue punya, tapi waktu kecil. Dulu gue pengen jadi dokter. Kenapa ya... Gatau juga sih, mungkin efek lagunya Susan itu kali ya.. "Susan, Susan, Susan, kalo gede mau jadi apa?" Si Susan jawab dokter. Atau mungkin juga karena emang gue pengen jadi dokter, no specific reason sih. Gue seneng sama bau rumah sakit, sama ruangannya dokter, sama dokter2 yg pernah jadi dokter gue juga seneng. 

Tapi sayangnya, cita-cita gue dan keinginan gue buat nyatain cita-cita gue lapuk di makan waktu. Masih ada, cuma udah ga sebagus dulu. Semenjak gue tau kalo bokapnya Fauzi Baadila itu diplomat, mati-matian siang malem gue mimpi jadi diplomat. Gue mau keluar negri, keliling dunia. Dokter? Udah lupa tuh.

Masuk SMA, inget dokter lagi. Kelas XI, berkhianat ke tekhnik which is bukan cita-cita gue, cuma terpengaruh yg akhirnya jadi obsesi. Kelas XI akhir gue udah mantep mau banget masuk FTTM ITB (AMIN!). Sekarang.....................tiga-tiganya dateng ke gue minta tanggung jawab apa yg harus gue pilih. Gue harus jadi apa? Gue harus jadi siapa?
Sebenernya nikmat nikmat aja ngegalauin cita-cita. Yang gak nikmat itu pas lo tau nilai-nilai lo kayaknya kurang memuaskan, lebih-lebih kurang menunjang. Padahal kayanya, usaha lo harusnya membuahkan hasil yg sepadan. Yang gak nikmat itu ketika ternyata masalah lo bukan cuma mikirin cita-cita sama gimana caranya ngeraih cita-cita lo, ada hal lain yg makan 40% otak sama 65% hati lo. Yang gak nikmat itu, semua-muanya itu lalu lalang di otak lo ga liat sikon, ga liat waktu. Tiap jantung lo detak, itu semua-muanya ngejelimet. Dan yg lebih lebih gak nikmat itu lo susah bedain mana kawan mana lawan. Orang yg paling lo butuhin gak cuma pas lo lagi gini-gininya. Kalo aja waktu kecil gue tau menuju dewasa itu rumit, anak-anak kecil jaman sekarang juga ga mungkin berharap cepet gede kok gue yakin.

Tapi apa artinya hidup kalo ga ada yg lo pikirin, ya kan?

Sunday, November 6

I'm gonna tell you this:

If you don't wanna feel something you can't even imagine, don't act like the one who caused this to anyone else. Because someday, sooner or later, you will feel that crap. Believe me, you don't wanna feel it. 
I no need to take revenge. What you've done is just like a boomerang. It can hit you, anytime. 

Thursday, October 13

I am fed up.

Sunday, October 2

"As I stare at the wall in this room
The cracks they resemble your shadow
When everyday I see time goes by
In my head everything stood still..."

-Blue Sky Collapse


"My friends been telling me that I should let you go
You broke a lot of hearts and then you run away
I refuse to believe any of that it’s true
But I’ll hate it when they’re right and tell me told you so..."

-In To You


"So tell me I’m trying to define
The meaning of unconditional love
When it puts you faced down on the ground......"

-Deadly Storm Lightning Thunder


"Well I would if you want to go
Just disappear from this madness
Yeah I would if you want to go
Where we will remain invisible"

-Invisible


ADHITIA SOFYAN